alhamdulillah 22 tahun.... ada yang beda di ulang tahun kali ini, saya ga di Palembang bersama keluarga tercinta. Bulan ini, saya berada di kota Jambi untuk melaksanakan kepaniteraan klinik jiwa bersama 14 orang teman saya yang lain. awalnya, saya kira ga ada yang inget ulang tahun saya, saya juga ga mengharap yang macam-macam, yang penting bersyukur udah dikasih Allah hidup selama 22 tahun beserta bonus-bonus nikmat yang luar biasa banyaknya. eh ternyata teman-teman dokter muda yang satu stase dengan saya ngasih kejutan. ternyata mereka inget. terima kasih buat kejutan hangatnya teman-teman. I don't feel lonely here... :)
Showing posts with label life story. Show all posts
Showing posts with label life story. Show all posts
My 22th in Jambi...
Labels:
life story
- Saturday, October 13, 2012
pengalaman koas pertama
Labels:
hikmah,
life story
- Wednesday, March 28, 2012
and the new world begun. begitulah kata hati saya sewaktu menginjakkan kaki untuk kali pertama di dunia per-koas-an alias clerkship alias dokter muda di rumah sakit. setiap mahasiswa kedokteran mungkin merasakan perasaan yang sama seperti saya, excited, nervous, atau mungkin anxiety karena masih minimnya ilmu ketika memasuki dunia rumah sakit. stase pertama yang saya dapat adalah rehabilitasi medik. overall, stase ini mungkin tidak sesibuk stase-stase lainnya, yang kami lakukan hanyalah ikut konsul bersama dengan dokter senior, jaga di poli dan di ruangan-ruangan rehab medik, seperti ruang tumbuh kembang anak, parafin, terapi bicara, elektro/gym, terapi okupasi, dan prostetik. sedangkan tugas yang harus kami kerjakan adalah book reading, journal reading, dan case presentation.
beberapa orang atau mungkin koas secara umum, menganggap stase ini adalah stase yang santai, beberapa mungkin tidak terlalu ambil pusing belajar untuk ujian. saya termasuk salah satu orang yang menjalani stase ini dengan "santai" hingga akhir stase sehingga saya merasa baru sedikit sekali ilmu yang saya dapat disini. perasaan ini mungkin juga dipicu karena saya izin dalam waktu yang cukup lama di stase ini dalam rangka mengikuti perlombaan tingkat provinsi di luar sumsel. ketika teman-teman yang lain menjalani stase ini selama 2,5 minggu, saya hanya menjalani stase ini 1,5 minggu. ketika teman-teman dapat jatah jaga di poli dan ikut konsul sebanyak 3 kali, saya hanya dapat jatah 1 kali karena mengejar waktu agar bisa dapat di semua ruangan. bukan "tidak masuk" nya saya yang saya sayangkan, tapi karena saya kurang "rajin" dalam mengejar ilmu, itu yang saya sayangkan. hari ini adalah hari terakhir di departemen rehabilitasi medik RSMH, yang juga hari ujian bagi saya. saya dapat pasien "low back pain" et causa spondilosis lumbal dengan skoliosis. sebenarnya, saya sudah dapat pasien ini dari 6 hari yang lalu, tapi entah mengapa saya merasa ogah-ogahan untuk belajar, mungkin saya terpengaruh perkataan teman-teman dan kakak-kakak senior bahwa stase ini adalah stase yang santai. saya hanya belajar seadanya saja, yang sekiranya ditanya sewaktu ujian, patogenesis, etiologi, penegakkan diagnosis, pemeriksaan-pemeriksaan, terapi medikamentosa, terapi rehabilitasi, manifestasi klinis beserta diagnosis banding. tapi ternyata, pertanyaan yang diujikan jauuuh sekali dari bayangan saya (sampe disuruh gambar anatomi L2-L3 beserta persarafannya) sehingga pada akhirnya saya mengeluarkan syndroma mahasiswa saat ditanya oleh dosen --> senyum manis dengan kepala tertunduk. senyum bukan karena tahu, tapi karena tidak menguasai materi. how poor! :'(
pertanyaan-pertanyaan yang supeerrr ini juga mungkin dipicu karena saya rada "invisible" di mata dosen pengujinya (efek ga masuk seminggu). mengapa saya berasumsi demikian? karena teman-teman saya yang dapet dosen penguji yang sama tidak ditanya sampai se-supeerrrr dan sebanyak itu. :____:
setelah selesai ujian, temen-temen pada sibuk minta tanda tangan untuk log book. saya juga minta tanda tangan, tapi yang membuat saya rada gimana gitu, beberapa penjaga ruangan dan dokter poli melihat saya dengan gimana gitu, seolah-olah "mahasiswa ini ada ya? kok baru liat?", mungkin karena saya cuma dapet jatah 1 hari untuk dua ruangan, sehingga saya agak susah dikenali oleh penjaga ruangannya karena waktu jaga yang singkat di masing-masing ruangan.
well, resume saya, saya menjalani stase pertama saya dengan agak kurang lancar dan keteteran disana sini. mungkin saya agak kapok untuk "cuti" koas lagi. banyak yang dipertaruhkan. bagaimanapun juga, saya harus lebih rajin dari sekarang. saya harus bisa mempertanggungjawabkan amanah yang akan saya emban kelak sebagai seorang dokter. seseorang tidak dapat menjadi dokter hanya dengan mengandalkan ilmu saja, tapi juga dengan ATTITUDE. so, rajinlah! :)
pelantikan sarjana kedokteran
Labels:
life story
- Wednesday, March 21, 2012
hari ini saya resmi dilantik sebagai sarjana kedokteran atau nama kerennya "dokter muda". hari ini khusus saya persembahkan kepada kedua orang tua saya. karena jerih payah merekalah saya dapat menyandang predikat sebagai seorang "sarjana kedokteran". setiap tetes keringat yang mereka keluarkan, setiap harapan yang terucap dalam untaian kata, setiap lengkung senyuman yang terukir dari bibir mereka, setiap doa yang dilantunkan kepada Sang Khalik di sepertiga malam, seolah menjadi doping yang menguatkan setiap jejak langkah saya dalam menjalani studi saya di fakultas kedokteran ini, bahkan hingga menghantarkan saya menjadi lulusan terbaik pertama dengan IPK 3,91, sesuatu yang tidak pernah saya duga sebelumnya akan terjadi kepada saya.
ibu, ayah, doakan ananda agar dapat menjalani masa studi sebagai seorang "dokter muda" ini dengan lancar dan optimal sehingga dapat menjadi sebuah masa tempaan yang baik dan penuh hikmah bagi ananda menuju perjalanan panjang untuk menjadi seorang "dokter".
-Palembang, 21 Maret 2012-
Baiti jannati... :)
Labels:
hikmah,
life story
- Tuesday, January 17, 2012
sore ini, hujan membasahi kota palembang, deras, tapi terasa menyejukkan. timbul rasa syukur karena saya masih bisa berteduh dari derasnya hujan yang mengguyur kota palembang di sore ini.
kuliah sudah agak longgar sekarang. skripsi memang masih harus revisi, tapi revisinya tidak seberapa. masih tersisa satu bulan lebih sebelum kami memasuki masa koas di rumah sakit. beberapa teman kampus sudah ada yang liburan dan pulang ke kampung masing-masing. bila ditanya kemana saya akan menghabiskan liburan ini? sure my answer is HOME.
selama kurang lebih dua tahun bergelut dengan dunia aktivis, saya merasa sangat jarang menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga. biasanya pulang kuliah sudah sore, lalu dilanjutkan dengan rapat kecil organisasi. pulang ke rumah sudah hampir maghrib, ngerjain tugas tutorial di kamar, atau belajar untuk ujian, terus tidur. hari sabtu dan minggu biasanya ada kegiatan organisasi dan pengajian, pulang ke rumah sore lagi. kalau lolos menjadi finalis lomba, saya harus berangkat ke luar kota selama beberapa hari. terkadang, saya juga menjadi delegasi dari organisasi untuk menghadiri kegiatan nasional di luar kota. belum lagi saya juga lulus seleksi young leaders for Indonesia yang mengharuskan saya untuk mengikuti forum rutin di Jakarta selama beberapa bulan. bisa saya bilang, frekuensi saya ke luar kota selama dua tahun belakangan ini cukup sering. terkadang cuma selang seminggu, saya harus keluar kota lagi. di tahun 2011 yang lalu, disaat libur kuliah, saya malah full menghabiskan waktu satu bulan lebih untuk kegiatan lomba, forum, dan organisasi di beberapa kota dan bahkan di negara lain, tanpa diselingi pulang ke rumah. koper bawaan saya pun ruaaarrr biasa beratnya. tentu hal ini menimbulkan protes dari keluarga saya, apalagi saya adalah seorang wanita.
beberapa keluarga yang ada di luar sana mungkin berpikiran sangat terbuka untuk menerima keadaan seorang "career woman" yang mengharuskan wanita tersebut menghabiskan sebagian waktunya di luar rumah. tapi tidak dengan keluarga saya, yang mungkin masih terbilang sebagai keluarga yang "konvensional". sebenarnya, saya ini belum seberapa bila dibandingkan teman-teman saya yang lain, seperti teman-teman di young leaders for Indonesia dan teman-teman finalis mawapres nasional. bisa saya bilang, waktu mereka sangat produktif, jam terbang mereka sangat banyak, dan pengalaman yang mereka dapat sangat luar biasa.
saya sempat sedih dengan respon keluarga saya yang seolah tidak mendukung apa yang saya kerjakan selama ini. saya kesal dengan kedua orang tua saya menghendaki seorang anak yang "biasa-biasa" saja, kuliah-pulang kuliah-pulang, sangat berbeda dengan perspektif dan mimpi saya. bila saya bisa mengerjakan suatu yang besar sekarang, mengapa tidak saya kerjakan? mengapa harus menunggu nanti setelah jadi dokter? hal ini saya rasakan terus menerus hingga akhirnya Tuhan memberi saya sebuah pencerahan melalui beberapa peristiwa yang saya alami.
memasuki tengah agak ke akhir tahun 2011 kemarin, saya tersadar bahwa sejatinya rasa yang kita cari dalam kehidupan ini adalah ketenangan, cinta, kasih sayang, rahmah, serta barokah dari Allah. dua tahun belakangan ini saya merasa bahwa hidup saya ini sangat "in rush and busy", tidak ada space untuk bernapas, seolah-olah saya hanya berkutat dengan dunia saya sendiri dan segala kesibukannya.
sedikit bercerita tentang pengalaman saya sewaktu ke negara lain. saat itu, saya mewakili FK Unsri untuk mengikuti lomba cepat tepat fisiologi di Kuala Lumpur. tiga orang teman saya sudah pergi duluan. saya pergi belakangan karena saya masih ada kegiatan di Makassar. karena saya perginya belakangan, maka saya harus mengambil resiko untuk pergi sendirian ke sana. waktu itu pesawat ke malaysia delay hingga larut malam sehingga saya sampai di kuala lumpur pun sudah sangat larut. di airport, suasana sudah mulai sepi, kecuali beberapa orang yang baru turun dari pesawat. saya sempat terpikir bahwa bus ke KL central sudah habis, saya tidak tahu lagi harus bagaimana bila bus itu habis, saya tidak punya siapa-siapa di negara itu, benar-benar sebatang kara. tapi untungnya, masih ada bus yang menuju ke KL central, segera saya naiki bus itu. setelah sampai di KL central, saya masih harus berjuang untuk ke lokasi penginapan. orang-orang yang satu bus dengan saya pergi ke tempatnya masing-masing, beberapa mereka adalah rombongan, dan rata-rata melanjutkan dengan kereta. KL central sudah sangat sepi, sekali lagi, sangat sepi. hanya ada beberapa orang yang keliatannya seperti supir taksi, tapi saya tidak melihat taksi yang parkir di sana. saya sempat takut, keadaan sunyi mencekam, untungnya saya sempat browsing di internet sebelum saya ke sana bahwa ada coupon taxi di KL central, dan insyaAllah lebih terpercaya. nah, masalahnya sekarang, counter coupon taxi di KL central ini dimananya? saya sempat keliling-keliling bawa koper yang buesssar banget, tapi ga ketemu, mau nanya, tapi takut diapa-apain, maklum sudah tengah malam. akhirnya saya bertemu seorang penjaga KL central dan saya ditunjukkan tempat coupon taxi dan selamatlah saya sampai ke tujuan.
setelah saya pulang dari kuala lumpur, saya masih harus mengikuti forum di Jakarta. karena waktunya mepet, saya tidak sempat pulang ke rumah. saya sampai di bandara soetta sudah malam, untungnya masih ada damri yang menuju ke gambir. di gambir, saya lanjut naik taksi ke hotel four season, lokasi penginapan bagi para peserta forum. meskipun menginap di hotel bintang lima, entah mengapa, rasanya tidak senyaman di rumah, di kamar saya yang cuma berukuran 3x4 meter. meskipun hotelnya mewah, saya merasa sendiri, merasa ada yang kurang, saya rindu keluarga saya, saya rindu kehangatan di rumah saya, saya rindu kedua orang tua saya dan adik-adik saya yang ricuh dan suka ribut.
ketika saya berada dalam "kesendirian" tersebut, banyak hal yang saya renungkan. memang sih pergi kemana-mana itu mengasyikkan, dapat bertemu dengan banyak orang dan hal-hal baru yang belum pernah kita lihat. tapi rumah adalah satu-satunya tempat ternyaman yang Tuhan berikan bagi kita di dunia ini. rumah adalah surganya dunia. persepktif saya mengenai seorang "career woman" perlahan-lahan mulai berubah. entahlah, sekarang saya lebih nyaman dengan kondisi saya sebagai "wanita rumahan". tinggal di rumah, bantu ibu, main dengan adik-adik, ada teman ribut, santai, hmmm pokoknya menyenangkan dan menenangkan. seperti yang saya sebutkan di atas, sejatinya rasa yang kita cari di dunia ini adalah ketenangan, cinta, kasih sayang, rahmah, serta barokah dari Allah, atau dengan kata lain sakinah, mawaddah, warrohmah, dan barokah. insyaAllah hal itu dapat kita rasakan di rumah, rumah yang bagaikan surga di dunia, baiti jannati... :)
grupnya FKIA tentang PKM
Labels:
corat-coret,
life story
- Sunday, January 15, 2012
baru-baru ini, pengumuman pendanaan PKM 5 bidang sudah keluar. seperti biasanya, kalo tuh pengumuman udah keluar, grup FKIA pasti bakal rame dan riweh dengan euforia kebahagiaan karena banyak PKM dari FK yang tembus pendanaan. saya hanya bisa tersenyum bangga dengan hasil yang didapatkan mahasiswa FK Unsri tahun ini. pencatatan sementara menyatakan bahwa ada 16 PKM yang tembus pendanaan dari FK Unsri. good job kawan! angka ini lebih tinggi dari tahun kemarin yang hanya 11 atau 13 PKM. pada PKM kali ini, saya sengaja tidak ikut berpartisipasi. banyak hal yang saya pikirkan, terutama tentang pencapaian resolusi saya di tahun 2012 ini (lihat posting sebelumnya, well sebenarnya saya sudah memikirkan resolusi tahun 2012 ini dari tahun 2011!). saya juga sadar bahwa kalo tembus pendanaan, saya sudah berada dalam kondisi koas, dan pasti bakal susah untuk ngurusin tetek bengek PKM. saya juga sudah tidak tertarik lagi mengikuti lomba-lomba yang lain. well, tapi saya harap, api semangat ilmiah tetap dapat terus berkobar di FK Unsri sehingga dapat mengantarkan FK Unsri ke puncak kejayaan. bravo FK Unsri, bravio FKIA! =D
an update of my life
Labels:
life story
- Saturday, January 14, 2012
welcome 2012!!!
alhamdulillahirobbil 'alamiin...
setelah sekian lama ga update tentang diri sendiri di blog, akhirnya sekarang dapet lagi moodnya buat update apa aja yang terjadi dalam hidup saya belakangan ini di blog tercinta ini... =D
bersyukur banget sama Allah coz masih di beri kesempatan hidup sampai sekarang, meskipun beberapa kerikil tajam sempat bikin saya jadi pengen kabur for a while dari kehidupan yang kejam ini.
well, ini beberapa update nya:
-alhamdulillah MKU udah berakhir.
mengapa saya sangat lega ketika MKU sudah berakhir? begini ceritanya.
mungkin bagi beberapa teman yang belum tau, MKU itu adalah singkatan dari mata kuliah umum. biasanya, MKU itu diletakkan di semester awal kuliah. tapi, bagi anak kedokteran, MKU itu diletakkan di blok paling terakhir, yaitu blok 22. dari semester tiga sampai semester tujuh, anak FK kuliahnya di Palembang. tapi, terkhusus buat MKU, kami harus kuliah di luar kota, yaitu Indralaya, yang jarak tempuhnya sekitar 2 jam dari Palembang. blok 22 yang isinya MKU ini harus dijalani selama 3 minggu.
mungkin bagi beberapa teman yang belum tau, MKU itu adalah singkatan dari mata kuliah umum. biasanya, MKU itu diletakkan di semester awal kuliah. tapi, bagi anak kedokteran, MKU itu diletakkan di blok paling terakhir, yaitu blok 22. dari semester tiga sampai semester tujuh, anak FK kuliahnya di Palembang. tapi, terkhusus buat MKU, kami harus kuliah di luar kota, yaitu Indralaya, yang jarak tempuhnya sekitar 2 jam dari Palembang. blok 22 yang isinya MKU ini harus dijalani selama 3 minggu.
pas minggu pertama, saya naik bus dari bukit. pas tahun pertama kuliah, saya biasa naik bus dari cinde, tapi berhubung saya hampir kecopetan pas pulang lewat jalur cinde, ditambah lagi cerita adek-adek tingkat saya yang dirampok pas lagi naik bus cinde sepulang dari Indralaya, saya jadi takut naik bus cinde. so, saya putuskan naik bus bukit saja.
begini rutenya:
bus bukit itu sering habis kalo udah jam stengah 7 lewat. so, karena saya naik motor, saya harus pergi dari rumah maks jam 6 pagi (ga boleh lewat) coz jarak tempuh antara rumah saya dan bukit itu sekitar 30 menit.setelah nyampe di bukit dan parkir motor disana, saya masih harus rebutan bus sama sejibun mahasiswa yang ngantri bus bukit di halte bukit. kadang, saya harus jalan kaki ke terminal kalo waktu udah mepet dan busnya terancam habis. pernah suatu saat, saya perginya agak telat sehingga nyampe di halte jam 06.45 dan ternyata bus udah habis sedangkan kuliah mulai jam 8. ditengah kebimbangan saya, Allah ngasih saya pertolongan, so saya bisa ikutan bus anak teknik (tapi masih telat juga gara-gara bus nya muter-muter =_=). kuliah di Indralaya berakhir jam 4 sore. dan you know what? bus yang pulang ke arah bukit itu udah mulai habis kalo udah memasuki jam 4 sore, so saya harus lari-lari ke terminal dan rebutan bus (lagi) sama anak-anak lain.
hal ini saya alami selama seminggu sampai pada akhirnya salah satu teman saya, yang bernama shafira, menawarkan pertolongan. dia ngajakin saya pergi dan pulang bareng sama rombongannya yang bawa kendaraan. alhamdulillah beban pulang-pergi yang supeerrr sekali itu bisa dihilangkan. thanks banget shaf! =D
bukan hanya masalah pulang-pergi saja, di MKU ini kami juga disuguhi dengan banyaaak sekali tugas. rasanya capek banget pas abis pulang dari Indralaya masih harus ngerjain tugas yang bejibun. ditambah lagi UTS dan UAS. huff.
tapi alhamdulillah semua itu dapat dilalui dengan baik, makanya saya sangat amat lega dan bersyukur ketika MKU ini berakhir... ^^
-update yang kedua adalah saya sudah sidang skripsi, dan sekarang tinggal revisi, sebelum lembar pengesahannya di acc.
awalnya saya mah berencana buat sidang di minggu ketiga bulan januari saja. tapi, ternyata dosen pembimbing 1 saya meminta kami (geng penelitian polimorfisme) untuk selesai sidang pada minggu kedua bulan januari. so, saya kebut-kebutan deh nyelesain skripsi saya, bimbingan tiap hari, begadang sampe larut malam demi nyelesain skripsi. alhamdulillah hasilnya berbuah manis. saya bisa sidang pas hari Jum'at, 13 Januari 2012 jam 2 siang di FK Madang. sidangnya berjalan dengan lancar tanpa hambatan yang berarti. terima kasih banyak untuk dosen pembimbing 1, Dr.dr.Mgs.Irsan saleh, M.Biomed, dosen pembimbing 2, dr. Mutiara Budi Azhar, SU., MMedSc, dan dosen penguji saya, dr. Sarup Singh, SpB.KBD. terima kasih banyak atas tenaga, waktu, dan pikiran yang telah dicurahkan kepada saya sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi ini tepat pada waktunya, hhu~~~
-tinggal persiapan buat ujian remedial, yudisium, wisuda, jadi sarjana, daaaaan KOAAAAS alias Dokter Muda... :)
dengan berakhirnya blok 22 (MKU), maka berakhirlah pula kuliah teori kami yang telah dijalani selama kurang lebih 3,5 tahun. sidang skripsi pun sudah dilaksanakan. so, sekarang waktu sudah agak longgar, tinggal revisi, ujian remedial, dan persiapan yudisium serta wisuda. rasanya dag dig dug dueeerrr kalo ngebayangin bakal jadi dokter muda di rumah sakit. rasanya, ilmu ini masih sedikit sekali, otak ini masih kosong, dan pengalaman masih minim. tapi saya harus berusaha seoptimal mungkin demi mencapai cita-cita saya. disaat saya sedang down, saya selalu berusaha membayangkan senyum kedua orang tua saya, membayangkan betapa bahagianya mereka ketika saya menjadi dokter nanti. itulah doping bagi saya. =)
-ditengah-tengah berbagai kenikmatan yang saya rasakan, Allah juga memberi saya cobaan yang cukup berat. saya sih menyebutnya musibah. musibah ini datang begitu cepat, seperti badai yang langsung memporak-porandakan suatu negeri. musibah ini datang seketika setelah saya selesai sidang skripsi (disaat lagi bahagia-bahagianya). maaf, saya tidak bisa menceritakan musibah ini, tapi saya stress dan depresi berat gara-gara musibah ini. saya juga kesal, marah, dan benci yang teramat sangat dengan beberapa oknum tertentu. menurut saya, mereka tidak perlu begitu, terlalu emosional dan mementingkan diri sendiri, toh saya juga tidak menuntut begitu. selama masih ada jalan lain, saya lebih memilih jalan lain dibandingkan itu, saya juga sadar diri, so tidak perlu berkata dan bertindak seperti itu! sangat menyakitkan, tau! sesungguhnya, apa yang kau perbuat itulah yang membuat saya nangis, bener-bener lah! *huff, sabar-sabar, ngetik sampil neken tuts kuat-kuat*
meskipun mengganjal, saya coba cari kesibukan lain yang membuat saya lupa akan musibah itu, future disaster, yang ngebayanginnya aja buat saya sedih banget, sampai-sampai badan saya drop dan jatuh sakit, rasa sedihnya hampir sama ketika orang yang kita cintai meninggal, sedikit hiperbola, tapi itulah yang saya rasakan. ah, tapi jalani sajalah. seperti yang kakak tingkat saya bilang, hidup itu tidak seseram yang kita bayangkan. saya sadar bahwa untuk kedepannya, saya bakal jadi single fighter, tapi nikmati sajalah. mengutip sms kakak tingkat saya:
selamat menghadapi "outbond" kehidupan sebelum bener-bener terjun ke dunia nyata sebagai seorang dokter di zaman yang makin gila ini...
inilah sekelumit update-an saya yang dibuat dengan mood yang campur aduk, ada bahagianya, leganya, terharunya, sedihnya, marahnya, keselnya, gado-gado lah pokoknya... but, that's me!
Tragedi Pisang Epe
Labels:
life story
- Tuesday, November 29, 2011
yeiiiyyyy, hari ini bagi-bagi honor panitia Sea Games 2011, uangnya alhamdulillah lumayan. pas pulang, saya mampir dulu beliin bakso buat orang rumah. pas lagi duduk nungguin bakso, saya tiba-tiba teringat pengalaman saya waktu ikutan MTQ dan PIMNAS di Makassar Juli 2011 lalu. setelah kegiatan MTQ berakhir, kami tinggal di rumah om dan tantenya Nita (om Wawan dan tante Dewi namanya) sampai kegiatan PIMNAS dimulai, itu sekitar 2 atau 3 hari (rada lupa, hee). sebenernya om Wawan dan tante Dewi itu ga punya hubungan keluarga sama nita, tapi kakaknya om Wawan itu kenalannya ibu Nita, jadi si Nita dititipin ke om Wawan selama rentang waktu peralihan dari MTQ ke PIMNAS. karena kebetulan saya juga lulus seleksi MTQ dan PIMNAS, jadi saya barengan deh sama Nita. om Wawan dan tante Dewi itu baek banget, kami diajakin jalan-jalan dan kuliner terus-terusan, mulai dari makanan berat sampe makanan ringan. saya sampe terharu loh saking baiknya om Wawan dan tante Dewi itu. om dan tante itu ngajakin kami wisata kuliner keliling Makassar, mulai dari coto makassar, konro, pisang ijo, mie titi, de el el. Nah, suatu hari,om Wawan ngajakin kami makan pisang epe di wilayah sekitaran pantai Losari. pisang epe itu pisang yang digepengin, digoreng, terus dikasih saos. duduklah kami di salah satu kios pisang epe, sambilan ngobrol2 juga. pas abang penjualnya lagi gepeng-gepengin tuh pisang, eh tiba-tiba ada bapak-bapak dateng, penampilannya kumal, jalannya sempoyongan gitu, sambil merokok lagi. awalnya sih saya kira dia orang lagi mabok, eh taunya dia negur tuh si penjual pisang, terus dia ikutan pegang-pegang pisang pake tangannya yang ga tau itu kotor apa bersih (dari penampakannya sih kayaknya kotor). saya agak syok ya ngeliatnya, mana tukangnya cuma diem aja lagi ngeliatin tuh bapak-bapak. setelah beberapa menit dia main-mainin tuh pisang, si bapak itu pergi menghilang entah kemana (entah apa maunya si bapak itu). terus pisang yang tadi digoreng, dikasih saus, terus disajikan ke kami.
waktu itu, om dan tante lagi sibuk2nya ngobrol sama temennya tante yang kebetulan ketemu di lokasi tempat kami makan, jadi kemungkinan cuma saya dan Nita yang menyaksikan kejadian itu (jiyaah, kayak kejadian apa gitu). saya sama Nita sempet selirikan waktu mau makan tuh pisang, tapi ga enak sama om dan tante kalo ga dimakan. akhirnya lillahi ta'ala, kami makan juga tuh pisang sampe abis (soalnya enak juga sih, hehe). eh, ga sampe 1 jam setelah saya makan pisang epe itu, saya langsung sakit tenggorokan dan demam ringan. keesokan harinya, dan esok esok nya lagi, demam dan sakit tenggorokan saya bertambah parah, sampe sempet dapet pertolongan medis pas PIMNAS. huhuhuu~~~
waktu itu, om dan tante lagi sibuk2nya ngobrol sama temennya tante yang kebetulan ketemu di lokasi tempat kami makan, jadi kemungkinan cuma saya dan Nita yang menyaksikan kejadian itu (jiyaah, kayak kejadian apa gitu). saya sama Nita sempet selirikan waktu mau makan tuh pisang, tapi ga enak sama om dan tante kalo ga dimakan. akhirnya lillahi ta'ala, kami makan juga tuh pisang sampe abis (soalnya enak juga sih, hehe). eh, ga sampe 1 jam setelah saya makan pisang epe itu, saya langsung sakit tenggorokan dan demam ringan. keesokan harinya, dan esok esok nya lagi, demam dan sakit tenggorokan saya bertambah parah, sampe sempet dapet pertolongan medis pas PIMNAS. huhuhuu~~~
Keceriaan MTQ 2011-Makassar
Labels:
life story,
travelling
-
saya mau sedikit berbagi tentang keceriaan yang saya dapatkan selama ikutan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional di Makassar 08-16 Juli 2011 lalu. di ajang ini, saya mendapatkan keluarga baru. ya, keluarga MTQ dari Unsri. di ajang ini, Unsri ikut dalam semua cabang MTQ (11 cabang), yang mana diwakili oleh satu akhwat dan satu ikhwan untuk setiap cabangnya. khusus cabang karya tulis Qur'an dan debat (Arab&Inggris), cuma dikirim 1 regu yang terdiri dari max 2 orang. kemudian untuk cabang fahmil dan syarhil, 1 regu terdiri dari 3 orang. kami berangkat dari Palembang tanggal 08 Juli 2011.
di bandara SMB Palembang, sebelum keberangkatan ke Makassar
pas transit di Jakarta, sempet foto-foto sama kru pesawat
di bandara Soeta, foto dengan Master Chief Sarwan
saya ga nyangka bahwa perjalanan dari Palembang ke Makassar hampir makan waktu satu hari full (transitnya kelamaan). kami sampai di bandara Makassar pas tengah malam, dan dijemput oleh panitia ke asrama haji sudiang yang jaraknya lumayan jauh dari bandara.
meskipun cuma punya waktu beberapa jam buat tidur, kami harus fit karena besok pagi kami sudah harus mengikuti serangkaian kegiatan MTQ, mulai pembukaan, lomba, sampai closing MTQ di Universitas Muslim Indonesia (UMI) sampai dengan tanggal 16 Juli 2011.
opening ceremony
kafilah MTQ Universitas Sriwijaya
berharap Unsri merebut juara umum untuk MTQ kali ini
sesaat sebelum lomba. deg-degan sih, tapi foto-foto dulu ah, hehe :p
malam haflah Qur'an, subhanallah... merinding euyy!
foto dengan mantan menteri agama, ustadz Said Agil
with our beloved LO, ukh Fitrah (tengah)
keisengan di teras masjid UMI
alhamdulillah Unsri berhasil mendapatkan juara 1 cabang Musabaqah Qiroat sab'ah, juara 3 cabang hifdzil Qur'an 2 juz, dan juara harapan 3 cabang tartil Qur'an
closing ceremony yang wah sekalii
dan salah satu tempat yang paling berkesan bagi saya adalah:
Masjid Quba, terletak dalam kompleks asrama haji Sudiang. masjid ini masjid bersejarah loh bagi saya. masjid ini adalah saksi bisu perjuangan saya dan Nita (teman 1 tim saya). di masjid inilah saya dan Nita menghabiskan waktu sampai tengah malam untuk latihan. pokoknya, kalau sudah pulang ke asrama haji seusai kegiatan MTQ di kampus UMI, kami langsung ke masjid Quba untuk latihan. masjid ini juga dipakai buat latihan para peserta MTQ dari berbagai kampus lainnya. terkadang saya senyum-senyum sendiri kalau ingat kenangan saya di masjid ini. setiap kali kami masuk ke masjid ini, pasti rame buangeeeetttttz, tapi pas kami keluar, pasti udah sepi. kenapa? karena kami masuk biasanya pas siang atau sore, dan itu lagi padet-padetnya jadwal orang latihan. rasanya adem banget dengerin para peserta lain latihan, ada yang qiroat sab'ah, tartil, hifdzil, syarhil, pokoknya macem-macem lah. satu per satu peserta yang latihan pada pulang ke kamar masing2, tapi berhubung kami betah berlama-lama di masjid Quba, jadi terkadang kami jadi penghuni satu-satunya yang bertahan di masjid itu. pernah sampai jam setengah 2 malam kami baru pulang latihan. hmmm, priceless moment banget deh pokoknya...
selain ikutan lomba, kami juga memanfaatkan momen ini untuk jalan-jalan (pastinya). nih, beberapa tempat yang sempat kami singgahi...
belanja di kawasan somba opu, harganya lumayan miring
belanja... belanja... dan belanja... (nyanyian wajib setiap keluar kota, wkwkwk)
istana kupu-kupu, bantimurung.
awalnya ga ada plan khusus buat ke tempat ini. tapi berhubung saya dan Nita lagi kosong jadwalnya, sementara temen-temen lain lagi pada lomba, so kami nanya ke LO tempat apa yang sekiranya bisa dikunjungi, dan bantimurung adalah salah satu rekomend yang paling feasible. bermodalkan nekat dan hasil interview dengan sang LO, akhirnya kami kesana melalui jalur pete-pete (angkot).
dari kampus UMI, kami harus melalui dua rute pete-pete. pertama, pete-pete jurusan daya. kemudian disambung dengan pete-pete jurusan maros. sebelum naik pete-pete jurusan maros ini, kami harus tanya dulu ke supirnya apakah dia lewat Bantimurung atau tidak, karena ada beberapa pete-pete maros yang tidak lewat Bantimurung. setelah dua jam perjalanan, sampailah kami ke suatu tempat nan indah bernama Bantimurung... :)
untuk dapat masuk ke tempat wisata ini, kami harus bayar tiket masuk sebesar 10 ribu rupiah.
berbagai oleh-oleh yang berbau "kupu-kupu"
selain bisa melihat berbagai spesies kupu-kupu yang indah, disini kita juga dapat melihat air terjun, tempat pemandian dan berenang.
selanjutnya, kita juga bisa wisata gua. disini, ada dua gua yang bisa kita kunjungi, yaitu gua mimpi dan gua batu. dari hasil interview kami ke beberapa pedagang lokal, gua mimpi agak sulit dicapai dan memakan waktu yang cukup lama. so, our next journey adalah gua batu. untuk bisa nyampe ke gua batu, kami harus naik 125 anak tangga, lumayan ngos-ngos an lah.
berhubung gua nya gelap dan kami ga tau rute jalan dalam gua tersebut, kami butuh pemandu dengan fasilitas penyewaan petromaks.
mulut gua
dapatkah anda melihat monyet dalam gambar ini?
kalau dicermati dengan seksama, anda dapat melihat kaki gajah di gambar ini, hahahaha
Kecantikan batu kapur membuat kami kagum, meski sempat kecewa karena banyak tangan-tangan jahil yang mengotori dinding gua.
Di dalam juga ada tempat yang disebut batu jodoh dimana stalaktit dan stalakmit menyatu. kata si bapak pemandu, yang belum punya jodoh bisa doa di sini (haduuu, syirik itu mah)
Setelah itu kami pun beranjak ke area meditasi, air suci dan tempat sholat sang raja bantimurung.Hm, kebayang ga .. betapa hebat dan pemberaninya orang-orang jaman dahulu. Bersemedi di dalam kegelapan. Sementara kita aja yang pergi bareng temen masih berasa-rasa gimana gitu. Ga serem sih, dan ga bikin merinding juga tapi tetep aja bikin keder.
ini mata air yang airnya terus mengalir. menurut mitos, yang cuci muka disini bisa awet muda. sang bapak pemandu menawarkan kami buat cuci muka disini, tapi kami menolak. bukannya awet muda, tapi malah jerawatan, haha
objek wisata selanjutnya adalah benteng Fort Rotterdam
benteng Fort Rotterdam (kiri: Nita, kanan: Saya)
Fort Rotterdam art gallery bersama seniman pembuat lukisan dari tanah liat
taking one of them, dikasih diskon besar-besaran sama seniman pembuatnya... :)
suasana di dalam benteng
kalau ke makassar, belum lengkap rasanya kalau belum ke pantai Losari
perjalanan dilanjutkan ke beberapa pulau: (pulau lae-lae dan samalona)
untuk dapat menuju pulau-pulau tersebut, kami harus naik katinting (semacam perahu)
dan tujuan pertama adalah pulau Lae-Lae
dengan penduduk setempat yang sebagian besar pekerjaannya adalah nelayan
setelah puas main di pulau Lae-Lae, kami lanjut ke pulau Samalona
kalo udah menginjakkan kaki di pulau berpasir putih Samalona, wajib SNORKLING, karena laut di sekitaran pulau ini bagus buangeeetz untuk dijadiin tempat snorkling. ada beberapa cerita menggelitik dibalik pengalaman kami berkunjung ke pulau ini. pertama, waktu kami pake toilet, kami dikejutkan dengan fakta bahwa sekali pake toilet bayarannya 5ribu. bayangkan kalo lagi beser, abis berapa duit tuh. kedua, waktu mau snorkling (ini ceritanya udah pake pakaian dan peralatan snorkling lengkap), ada adek-adek penduduk setempat yang bilang bahwa ada ubur-ubur beracun di sekitaran laut yang udah memakan banyak korban. bayangkan yah, pas mau snorkling kami dijejelin sama cerita serem kayak gitu, ya pasti merinding disko lah akibat ketakutan. manalagi adek-adek itu bilang kalo udah ada korban meninggal akibat ubur-ubur itu. tapi berhubung kami kebelet mau snorkling, yah kami lanjutkan aja, tapi ga mau sampe ke tengah (rombongan ikhwan udah pada sampai ke tengah laut). eh, setelah selesai snorkling, ada kakak-kakak yang bilang kalo certita ubur-ubur itu boongan, dibuat cuma buat nakut-nakutin anak-anak disana biar ga maen sampe ke tengah laut. hahhaha, nasib nasib...
kami pulang dari pulau samalona sudah menjelang petang, ombak sangat deras karena angin malam mulai mendominasi. rasanya dag dig du deeerrrr, bayangin aja di tengah laut dengan perahu kecil bermuatan banyak dan dihantam ombak segede dosa (lebaayyy). tapi alhamdulillah kami pulang dengan selamat...
next journey: petualangan kami berlanjut ke Trans Studio
kami pulang dari pulau samalona sudah menjelang petang, ombak sangat deras karena angin malam mulai mendominasi. rasanya dag dig du deeerrrr, bayangin aja di tengah laut dengan perahu kecil bermuatan banyak dan dihantam ombak segede dosa (lebaayyy). tapi alhamdulillah kami pulang dengan selamat...
next journey: petualangan kami berlanjut ke Trans Studio
di trans studio, kami main sepuasnya dan coba hampir semua wahana. enaknya lagi, kami dapat potongan tiket masuk karena kami peserta MTQ. so, masuk ke trans studio, cukup dengan 60 ribu saja.
inilah sekelumit keceriaan dalam pekan MTQ mahasiswa tingkat nasional XII tahun 2011 di Makassar. saya senang bisa terlibat dalam lomba ini. saya senang tinggal di asrama yang suasananya bagai di pesantren. kalau lewat di area asrama haji dan papasan sama orang, seringkali saya lihat mulut mereka komat kamit, dan pas lewat disamping saya, mereka lagi menghapal Qur'an. terus kalo liat peserta pake headset, itu bukan denger lagu, tapi lagi denger murrotal Qur'an.
saya sekamar dengan teman-teman kafilah MTQ dari Unsri (1 kamar isinya 12 orang), senang rasanya bisa sekamar dengan orang-orang yang sholatnya tepat waktu, pinter, dan rajin baca Qur'an. senang bisa mengenal kafilah MTQ lainnya dari Unsri, orang-orang yang ramah dan berisi, semoga persaudaraan kita tetap terjaga teman... hingga kita berganti dunia... =)
saya sekamar dengan teman-teman kafilah MTQ dari Unsri (1 kamar isinya 12 orang), senang rasanya bisa sekamar dengan orang-orang yang sholatnya tepat waktu, pinter, dan rajin baca Qur'an. senang bisa mengenal kafilah MTQ lainnya dari Unsri, orang-orang yang ramah dan berisi, semoga persaudaraan kita tetap terjaga teman... hingga kita berganti dunia... =)
Subscribe to:
Posts (Atom)













