Pragmatis

Pragmatis? Apa sih artinya? Menurut beberapa referensi yang saya baca, seorang yang pragmatis adalah orang yang melakukan sesuatu demi mencapai tujuan-tujuan praktis (biasanya jangka pendek). Kata pragmatis biasanya sering dilawankan dengan kata idealis. Istilah ini sering digelarkan kepada orang-orang yang ‘power oriented’. Karena itu kata ini punya konotasi negatif.

Kata idealis mewakili segenap sikap yang sering menjadi identitas sosok bernama 'mahasiswa'. Melalui berbagai kegiatan, seringkali sosok tersebut dengan lancar, lantang  dan berani menyuarakan suara-suara idealisme yang diyakininya. Lalu, apa pula definisi mahasiswa idealis? Sederhana saja, mahasiswa idealis adalah mahasiswa yang mampu menganalisis situasi atau masalah yang terjadi di sekitarnya dan mampu mencari solusi atas permasalahan tersebut.

Dalam konteks tertentu, Saya bukanlah orang yang anti-pragmatisme. Justru, tidak jarang pragmatisme ini membangkitkan semangat. Mengapa? Karena dengan ini, tujuan idealis yang biasanya abstrak berubah menjadi jelas, konkrit, nyata, sehingga terukur. Ingat, motivasi itu lahir berkat jelasnya tujuan dan jelasnya jalan yang akan ditempuh.

Salah satunya, pragmatisme ini saya anut dalam kegiatan perkuliahan. Ceritanya begini. Idealnya, kuliah merupakan sarana kita mendapatkan ilmu, bukan nilai. Tetapi pada prakteknya, nilai menjadi lebih penting. Nilai lah parameter kesuksesan belajar seseorang. Nilai lah yang membuat orang diterima kerja. Nilai lah yang membuat ‘harga diri’ mahasiswa meninggi. Soal-soal ujian pun disusun tanpa berfungsi untuk mengeksplorasi kemampuan mahasiswa dalam menyerap ilmu, tetapi hanya untuk uji intelektualitas belaka. Bahkan tidak semua ilmu (baca: mata kuliah) kita butuhkan. Jadi, bisa dikatakan bahwa kuliah memang hanya untuk mencari nilai (dan gelar, tentu saja). Adapun ilmu bisa kita cari dengan cara lain.

Hanya saja, jangan sampai tujuan mencari ilmu (sebagai idealisme) kita abaikan. Pragmatisme yang kita anut jangan sampai melenceng dari rel-rel idealisme. Pragmatisme yang idealis, katakanlah seperti itu. Mengejar nilai memang harus, tetapi dalam mencari ilmu, kita harus lebih semangat. Karena ilmu itu lah yang lebih banyak terpakai dalam mewujudkan cita-cita kita. Dan nilai (serta gelar) bukanlah sesuatu yang urgent dalam proses pewujudan cita-cita hidup saya, melainkan untuk kebanggaan dan kepuasan belaka.

Dalam sebuah organisasi, visi dan misi adalah idealismenya. Sedangkan strategi dan program kerja adalah pragmatismenya. Capaian-capaian dan parameter keberhasilan sebuah program kerja harus terukur (measurable). Contoh parameter keberhasilan antara lain: berapa uang yang masuk kas karena program yang kita adakan, berapa anggota baru yang terekrut berkat program kita, berapa orang yang hadir pada program kita, berapa orang yang menyatakan dukungan pada program kita, dan seterusnya. Dan semestinya, strategi dan program kerja selaras dengan visi dan misi organisasi. Artinya pragmatisme itu masih dalam bingkai idealisme.

Dalam konteks demokrasi Indonesia, idealisme merupakan makanan yang lezat, memang. Tapi hanya bagi minoritas orang (yang cerdas saja). Mayoritas menganggapnya susah dicerna, sehingga tidak peduli. Oleh karena itu, menampilkan idealisme hanya akan menarik perhatian minoritas orang saja. Padahal dalam demokrasi, jumlah itu sangat penting.

Orang yang pragmatis? Organisasi yang pragmatis? Politisi yang pragmatis? Parpol yang pragmatis? Bagi saya tidak masalah. Sepanjang mereka punya sarana untuk menggigit idealismenya kuat-kuat. Nah, sarana itulah yang membedakan antara something yang pragmatis tulen dan yang pragmatis-idealis.

Wallahu a’lam bish shawab

Contoh Case Tutorial Blok 13

Nona A 19 tahun, datang ke UGD dengan keluhan nyeri perut kanan bawah 2 hari yang lalu. Tiga hari yang lalu, nona A merasakan nyeri di ulu hatinya. Sejak pagi ini nyeri terasa di perut kanan bawah dan demam. Riwayat menstruasinya normal.
Pemeriksaan Fisik : KU baik, kompos mentis, vital sign dalam batas normal, suhu tubuh 37,8ºC. Abdomen : inspeksi : datar ; palpasi : lemas, defans muskular (+) lokal abdomen kanan bawah ; perkusi : timpani, nyeri ketok kanan bawah ; auskultasi : bising usus normal.
Laboratorium : Hb 12,4 gr%; laukosit 16,200/mm³
Abdominal USG : sausage sign (+)
___________________________________________________

Analisis:

Pasien datang dengan keluhan utama nyeri perut kanan bawah. Secara anatomis, organ-organ yang terletak di daerah perut kanan bawah adalah Apendiks vermiformis, Tuba uterine, Endometrium, Caecum, Ureter, M.psoas, Usus, Colon ascendens. Jadi, bisa kita curigai bahwa suatu kelainan terjadi pada organ-organ tersebut. Penyakit-penyakit yang mungkin timbul berdasarkan keluhan utama pasien (nyeri perut kanan bawah) tersebut adalah apendisitis, adneksitis, endometriosis, kista ovarium, KET (Kehamilan Ektopik Terganggu), divertikulitis, perforasi caecum, dan batu ureter kanan. Pada anamnesis selanjutnya, kita jumpai bahwa tiga hari sebelum datang ke UGD, pasien merasakan nyeri di ulu hatinya. Nyeri ini diakibatkan oleh stimulasi yang dihantarkan oleh serabut saraf yang sama dengan organ pada perut kanan bawah. Dari anamnesis juga terdapat demam yang mengindikasikan bahwa telah tejadi infeksi pada pasien. riwayat menstuasi normal dapat menyingkirkan kemungkinan nyeri abdomen akut yang berhubungan dengan sistem reproduksi, yaitu endometriosis, kista ovarium, KET. 

Pada pemeriksaan fisik, kita temukan suhu tubuh meningkat. Defans muskular (+) lokal abdomen kanan bawah, yang mengindikasikan adanya upaya mempertahankan peritoneum supaya tidak bergerak, karena pergerakan dapat memicu terjadinya nyeri. Pada perkusi : timpani, nyeri ketok kanan bawah, yang menunjukkan adanya inflamasi. Pada divertikulitis, perforasi caecum, dan batu ureter kanan tidak dijumpai adanya defans muskular dan nyeri ketok kanan bawah.
Pada pemeriksaan laboratorium, kita dapatkan leukosit yang meningkat, mengindikasikan adanya infeksi.

Dari analisis diatas, hipotesis penyakit pada nona A mengarah pada apendisitis akut.

Apendisitis Akut

Appendisitis akut adalah penyakit radang pada appendiks vermiformis yang terjadi secara akut. Apendiks atau umbai cacing hingga saat ini fungsinya belum diketahui dengan pasti, namun sering menimbulkan keluhan yang mengganggu. Apendiks merupakan tabung panjang, sempit (sekitar 6 – 9 cm), menghasilkan lendir 1-2 ml/hari. Lendir itu secara normal dicurahkan dalam lumen dan selanjutnya dialirkan ke sekum. Bila ada hambatan dalam pengaliran lendir tersebut maka dapat mempermudah timbulnya apendisitis (radang pada apendiks). Di dalam apendiks juga terdapat imunoglobulin, zat pelindung terhadap infeksi dan yang banyak terdapat di dalamnya adalah Ig A. Selain itu pada apendiks terdapat arteria apendikularis yang merupakan end-artery.

Etiologi
Terjadinya apendisitis akut umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri. Namun terdapat banyak sekali faktor pencetus terjadinya penyakit ini. Diantaranya obstruksi yang terjadi pada lumen apendiks. Obstruksi pada lumen apendiks ini biasanya disebabkan karena adanya timbunan tinja yang keras (fekalit), hipeplasia jaringan limfoid, penyakit cacing, parasit, benda asing dalam tubuh, cancer primer dan striktur. Namun yang paling sering menyebabkan obstruksi lumen apendiks adalah fekalit dan hiperplasia jaringan limfoid.

Faktor Risiko
Feses yang keras
Inflammatory and infectious disorders including Crohn disease, gastroenteritis, amebiasis, respiratory infections, measles, and mononucleosis, infeksi parasit (eg, Schistosomes species, Strongyloides species).

Epidemiologi
Dapat mengenai semua umur, tapi lebih sering menyerang laki-laki berusia antara 10 sampai 30 tahun. Insidens lebih tinggi 1.4 kali lipat pada laki-laki dibandingkan perempuan. Insidens apendisitis ditemukan lebih sedikit pada populasi dengan pola makan kaya serat. 

Patogenesis
Secara patogenesis, faktor terpenting terjadinya appendisitis adalah adanya obstruksi lumen appendiks yang biasanya disebabkan oleh fekalit. Sekresi mukosa yang terkumpul selama adanya obstruksi lumen appendiks menyebabkan distensil lumen akut sehingga akan terjadi kenaikan tekanan intraluminal dan sebagai akibatnya terjadi obstruksi arterial serta iskemia. Akibat dari keadaan tersbut akan terjadi ulserasi mukosa sampai terjadi kerusakan seluruh lapisan dinding apendiks. Lebih lanjut akan terjadi perpindahan kuman dari lumen masuk ke dalam submukosa. Dengan adanya kuman dalam lapisan submukosa maka tubuh akan bereaksi berupa peradangan supurative yang menghasilkan pus, keluarnya pus dari dinding yang masuk ke dalam lumen apendiks akan mengakibatkan tekanan intraluminal akan semakin meningkat, sehingga desakan pada dinding appendiks akan bertambah besar menyebabkan gangguan pada sistem vasa terakhir adalah arteri, akibatnya akan terjadi edema dan iskemia dari apendiks, infark selanjutnya menjadi gangren. Keadaan ini akan terus berlanjut di mana dinding apendiks akan mengalami perforasi, sehingga pus akan tercurah ke dalam rongga peritoneum dengan akibat terjadinya peradangan pada peritoneum parietal. Hasil akhir adri proses peradangan tersebut sangat tergantung dengan kemampuan organ dan momentum untuk mengatasi infeksi tersebut, jika infeksi tersebut tidak bisa diatasi akan terjadi peritonitis umum.

Patofisiologi

Nyeri perut kanan bawah

Nyeri perut kanan bawah pada kasus disebabkan oleh meluasnya proses peradangan pada appendiks vermiformis yang mengenai peritoneum parietal setempat.

Hiperplasia folikel limfoid, fekalit, benda asing, striktur karena perdangan sebelumnya, neoplasma → penyumbatan lumen appendix → mucus terbendung → tekanan intralumen ↑ → menghambat aliran limfe → edema, diapedesis bakteri, dan ulserasi mukosa → appendicitis akut fokal ( nyeri epigastrium) → jika berlanjut → tekanan makin meningkat → obstruksi vena → edema ↑ dan bakteri menembus dinding → peradangan meluas → merangsang peritoneum parietal → nyeri di daerah kanan bawah perut.

Nyeri ulu hati
Obstruksi → distensi lumen yang berlebihan / spasme otot polos dinding appendix → Impuls yang diterima reseptor regang berjalan di dalam serabut syaraf aferen (Slow conducting C fibers) yang mengikuti serabut syaraf simpatis Plexus mesentericus superior dan nervus splanchnicus minor ke medulla spinalis (segmen T10) → Menimbulkan sensasi nyeri yang tidak terlokalisisr dengan baik di daerah periumbilical dan epigastrium → Nyeri ulu hati (KASUS)

Mual dan muntah
Peradangan apendiks → peregangan lumen, spasme otot apendiks → stimulasi N. vagus → pusat muntah di medula → Impuls motorik oleh n. kranialis V, VII, IX, X, dan XII pada saluran pencernaan dan melalui saraf spinal ke diafragma dan dinding abdomen → Mual dan Muntah

Demam
Proses inflamasi pada appendiks → pelepasan sitokin (IL-1, IL-6, TNF α) → sitokin sampai di otak → mengaktivasi jalur asam arakidonat → menghasilkan PGE2 → meningkatkan set point termostat di hipotalamus → demam

Manifestasi Klinis
Apendisitis memiliki gejala kombinasi yang khas, yang terdiri dari : Mual, muntah dan nyeri yang hebat di perut kanan bagian bawah. Nyeri bisa secara mendadak dimulai di perut sebelah atas atau di sekitar pusar, lalu timbul mual dan muntah. Setelah beberapa jam, rasa mual hilang dan nyeri berpindah ke perut kanan bagian bawah. Jika dokter menekan daerah ini, penderita merasakan nyeri tumpul dan jika penekanan ini dilepaskan, nyeri bisa bertambah tajam. Demam bisa mencapai 37,8-38,8° Celsius.
Pada bayi dan anak-anak, nyerinya bersifat menyeluruh, di semua bagian perut. Pada orang tua dan wanita hamil, nyerinya tidak terlalu berat dan di daerah ini nyeri tumpulnya tidak terlalu terasa. Bila usus buntu pecah, nyeri dan demam bisa menjadi berat. Infeksi yang bertambah buruk bisa menyebabkan syok.

Penatalaksanaan

a. Sebelum Operasi

1. Observasi
Dalam 8-12 jam setelah timbulnya keluhan, tanda dan gejala apendisitis seringkali masih belum jelas. Dalam keadaan ini observasi ketat perlu dilakukan. Pasien diminta melakukan tirah baring dan dipuasakan. Laksatif tidak boleh diberikan bila dicurigai adanya apendisitis ataupun bentuk peritonitis lainnya. Pemeriksaan abdomen dan rektal serta pemeriksaan darah (leukosit dan hitung jenis) diulang secara periodik. Foto abdomen dan toraks tegak dilakukan untuk mencari kemungkinan adanya penyulit lain. Pada kebanyakan kasus, diagnosis ditegakkan dengan lokalisasi nyeri di daerah kanan bawah dalam 12 jam setelah timbulnya keluhan.

2. Intubasi bila perlu

3. Antibiotik

b. Operasi Apendiktomi

c. Pasca Operasi

Perlu dilakukan observasi tanda-tanda vital untuk mengetahui terjadinya perdarahan di dalam syok, hipertermia, atau gangguan pernapasan. Angkat sonde lambung bila pasien telah sadar, sehingga aspirasi cairan lambung dapat dicegah. Baringkan pasien dalam posisi Fowler. Pasien dikatakan baik bila dalam 12 jam tidak terjadi gangguan. Selama itu pasien dipuasakan. Bila tindakan operasi lebih besar, misalnya pada perforasi atau peritonitis umum, puasa diteruskan sampai fungsi usus kembali normal.

Kemudian berikan minum mulai 15ml/jam selama 4-5 jam lalu naikkan menjadi 30ml/jam. Keesokan harinya diberikan makanan saring, dan hari berikutnya diberikan makanan lunak.
Satu hari pasca operasi pasien dianjurkan untuk duduk tegak di tempat tidur selama 2x30 menit. Pada hari kedua pasien dapat berdiri dan duduk di luar kamar. Hari ketujuh jahitan dapat diangkat dan pasien diperbolehkan pulang.

d. Penatalaksanaan Gawat Darurat Non-Operasi

Bila tidak ada fasilitas bedah, berikan penatalaksanaan seperti dalam peritonitis akut. Dengan demikian gejala apendisitis akut akan mereda, dan kemungkinan terjadinya komplikasi akan berkurang.

Komplikasi
1. Abses appendix.
2. Fokal sepsis.
3. Obstruksi intestinal akibat adanya perlengketan.
4. Perforasi appendix.

Prognosis
Prognosis secara umum baik jika ditangani dengan baik dan tidak terjadi komplikasi. Faktor yang mempengaruhi prognosis apendisitis adalah usia dan rupturnya appendix

Kompetensi Dokter Umum
apendisitis akut = 3A.
Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tambahan ( laboratorium sederhana dan x-ray ). Dokter dapat memutuskan memberikan terapi awal, dan merujuk ke spesialis yang relevan ( bukan gawat darurat ).

Referensi:
  • Anatomi Klinik Snell
  • Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam.2006. Edisi IV.Jakarta :PPFKUI
  • Fauci, Antoni S., dkk. 2008. Harrison's Principles of Internal Medicine, 17th Edition. Chapter 294. Acute Appendicitis and Peritonitis. McGraw-Hill Professional : New York
  • Hall, dan Guyton. 1997. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, ed. 9.Jakarta: EGC
  • Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta : Media Aesculapius
  • Kamus Kedokteran Dorland. Edisi 29. 2002. Jakarta: EGC.
  • Kumar, Robbins Cotran. 1999. Dasar Patologi Penyakit Edisi 5. Jakarta: EGC.
  • Price, Sylvia A. Dan Lorraine M. Wilson. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. 2006. Jakarta: EGC
  • Sherwood, Lauralee. 2003. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Jakarta: EGC
  • Sjamsuhidajat R.dan Wim De Jong. 2005. Ilmu Ajar Bedah, Edisi 2. Jakarta: EGC.
  • Standar Kompetensi Dokter. KKI. Jakarta. 2006
  • http://www.bedahugm.net/apendisitis
  • www.e-medicine.com

Okay, Selamat belajar teman-teman!!! =D

    Janji

    satu janji...
    ya, janji itu...
    masih lekat dalam ingatanku,
    saat kau mengatakannya,
    dengan wajah yang tertunduk...
    entah kau malu,
    entah kau menahan pandanganmu,
    atau kau memang tidak serius mengucapkannya...
    entahlah...
    hanya Allah yang tahu...

    kutunggu hingga detik ini,
    kau tak jua menepati janji itu...
    janji yang amat sederhana...
    yang bisa kau lakukan dalam beberapa detik saja...
    namun memiliki arti yang sangat besar di hatiku...

    mengapa belum kau tepati?
    sulitkah menepatinya?
    apa kau lupa?
    apa harus aku ingatkan?
    apa perlu aku ingatkan?
    tidak, tidak akan aku lakukan...
    karena aku masih mengamati,
    mengamati apa kau masih menganggapku ada...
    atau hanya sekedar angin,
    yang lekas berlalu dari kehidupanmu...

    dan aku masih setia menunggu...
    menunggumu menepati janji itu...
    bilapun tidak di dunia...
    aku masih akan tetap menunggu..
    hingga ke akhirat nanti...

    Menapak Jejakmu

    Itulah hati..
    Yg bersitannya tak mampu di diarahkan..
    Yang kecondongannya tak mampu di atur..
    Yang inginnya tak mampu di tekan..

    Itulah hati, yg debarnya tak mampu dikendali..
    Yang buncahan bahagianya tak mampu di tutupi..
    Yang jeritannya tak mampu di redam..

    Itulah hati..
    Dia mengendali lakunya sendiri..
    Kendati ribuan tali kekang ku pasangkan..
    Tetap saja sulit untuk ku arahkan..
    Maka kan ku dapat diriku dalam lelah yang berkepanjangan..
    Karenamu duhai hati..

    Diriku begitu paham akan langkah yang mulai menyalahi..
    Begitu tahu akan terjalnya jalan yang ku pilih..
    Tapi bersitannya duhai hati, begitu kuat..
    Seakan ribuan medan magnet menarik ke arahnya..
    Ada apa dengan mu duhai segumpal daging di dada?

    Sungguhkah diri ini telah mengendali dengan baik?
    Tepatkah tali kekang telah ku pasang dengan benar?
    Ataukah..Memang ku sengaja melemahkan kendaliku?
    Ataukah tali kekang itu memang sengaja ku kendorkan?

    Duhai beningnya qalbu..
    Adakah syahwat mulai bermain di dalamnya?
    Apakah putihmu telah ternoda bercak?
    Aku bingung, aku lelah..

    Beribu macam tanya hadir dalam benakku..
    Bermain di relung terdalam..

    Ku coba..

    Ku tahu mata adalah jendela hati..
    Maka ku coba tundukkan pandanganku..
    Agar tak dapat menatapmu..
    Namun tahukah?
    Di bawah ku dapati jejak kakimu,
    Dan kembali ku melangkah bermain menapak jejakmu..
    Berlari mencari tepinya dengan harap menemukanmu..
    Lalu apa gunanya ku tundukkan pandanganku??
    Jika kakiku tetap menapak di atas jejakmu..

    Tapi tetap ku coba..

    Ku mulai menghapus bayangmu..
    Ku kurung diriku dalam ruang gulita tak berpendar..
    Agar lenyap semua bayangan tentangmu..
    Tapi tahukah?
    Semakin ku liputi diriku dalam gelap semakin jelas cahayamu nanar dalam tiap pejam ku..
    Lalu untuk apa gulita jika selalu ku temukan cahayamu dalam tiap pejamku?

    Dan akan tetap ku coba..

    Ku coba menanam ribuan duri tentangmu di hati,
    Ku semai racun agar kau tak tumbuh merekah dlm dada..
    Ku pasang tembok pembatas antara hatimu dan hatiku..
    Tapi tahukah?
    Tiap duri yang ku semai tumbuh merangkai namamu..
    Tiap racun yang ku tabur menjadi obat penawar luka..
    Tiap tembok yang ku pasang, merambat hijau lumut melukismu..
    Lalu apa lagi yang harus ku perbuat?
    Sungguh aku dalam lelah tak bertepi..
    Dalam luka yang menganga..
    Dalam jerit tak terucap..

    Maka ku coba..

    Ku hapus air mataku bukan dengan sapu tangan...
    Karena ku tahu tak akan mampu menyembunyikan sembabnya..
    Maka ku hapus tiap tetesnya dengan wudhu yang menyejukkan..
    Berharap tiap bercak noda di hati ikut luluh dan tersaput..

    Ku pasang pembatas denganmu bukan dengan duri, racun ataupun tembok..
    Karena ku tahu itu pun tak berguna..
    Tapi dengan hamparan 'hijab' syariat..
    Dengan ilmu penawar hati..
    Dengan lingkaran majelis dzikir..

    Tak akan ku coba hapuskan bayangmu,
    Tapi ku kan mencoba menatapmu dengan biasa, mencintaimu dengan ikhlas..
    Tanpa sedikitpun ingin memilikimu, tanpa sebersitpun ingin menggapaimu..
    Dan ku mulai meninggalkan jejakmu..
    Ku kan membuat jejak sendiri di tiap langkahku menapak menuju cinta yang jauh lebih abadi..

    Ketahuilah, tak akan ku coba menghapus cintamu,
    Tapi kan ku tutupi dengan cinta yang jauh lebih agung..
    Cinta yang jauh lebih indah dan membumbung..
    Yang ku yakin, Dia yang menentukan akhir dari tiap jejak kita..

    Ku harap, suatu hari nanti,
    Kaupun melangkah ke arah yang sama denganku menuju cinta-Nya..
    Agar kelak jejak kita dapat bertemu di ujung IradahNya..



    ------***-------
    *just copas from*
    ( Aztriana..Makassar, 170710. 13.18)

    what a wondefull holiday!

    Hari ini adalah hari pertama pada minggu pertama kami mulai libur. banyak orang sudah mulai merealisasikan rencana liburan mereka. ada yang jalan-jalan keluar kota bersama keluarga masing-masing, ada pula yang bersama teman-teman lainnya. ada yang mengikuti camp di suatu daerah. ada yang keluar negri. ada yang mengikuti kegiatan nasional di luar kota. dan ada pula yang terkurung dalam kota Palembang, di rumah masing-masing. saya tergolong pada kategori terakhir. tidak ada rencana spesial yang saya siapkan untuk liburan kali ini. meskipun tidak ada "rencana spesial liburan", tapi saya tetap memikirkan apa-apa yang akan saya lakukan di waktu libur untuk memacu produktifitas serta menyeimbangkan antara waktu yang tersedia dengan pekerjaan yang dilakukan. salah satu kegiatan yang menjadi "to do list" saya pada liburan kali ini adalah mengurusi urusan organisasi, yaitu LKIM KA dan sisa SMSO. selain itu, saya juga harus menyelesaikan administatif izin kegiatan dan permohonan bantuan dana ke dekanat untuk lomba cepat tepat fisiologi tingkat internasional di malaysia yang akan kami ikuti september mendatang. untuk LKIM KA, banyak panitia yang pada keluar kota, sehingaaaaa pekerjaan ini mau tidak mau menjadi tanggung jawab saya selaku kepala divisi kajian ilmiah KA. Kemudian untuk SMSO, masih ada sisa-sisa pekerjaan yang harus saya lakukan selaku ketua kegiatan tersebut. selain hal-hal diatas, sebenarnya masih banyak hal yang menjadi "to do list" saya pada liburan kali ini, tapi tidak akan saya jabarkan pada kesempatan kali ini.

    baiklah, kegiatan liburan dimulai hari ini pada jam 10 pagi. di hadapan saya, sudah siap laptop dan printer. tujuannya sederhana, yaitu membuat surat administratif izin  kegiatan dan permohonan bantuan dana untuk kegiatan LCT Fisiologi di Universitas Malaya. ups, merevisi lebih tepatnya, karena surat ini sudah pernah saya ajukan ke dekanat, tapi ada anggaran yang harus diperbaiki lagi. jam 11.30, surat sudah siap dan saya bergegas melanjutkan rencana saya berikutnya, yaitu menuju kampus FK Unsri Madang. dari rumah, saya langsung tancap gas ke madang. ada banyak hal yang harus saya lakukan di kampus FK Unsri Madang. pertama, saya harus mengurusi proposal LKIM KA untuk diajukan ke beberapa sponsor. dalam hal ini saya ditemani oleh kak lissa. kemudian, saya harus bertemu kak chani untuk menyerahkan dokumen LPJ SMSO yang akan disebar ke beberapa instansi sponsor. setelah itu, saya bertemu dr. Minerva untuk membahas mengenai urusan surat-menyurat LCT Fisiologi di UM. tidak lupa, saya juga harus follow up surat pengajuan dana SMSO ke dekanat. tidak sampai disitu saja, saya masih harus menemui pembantu dekan III untuk merampungkan semua permasalahan yang berkaitan dengan organisasi-organisasi diatas. setelah selesai menghadap pembantu dekan III, saya berencana untuk menyebarkan proposal LKIM KA ke beberapa sponsor, seperti Palcomtech, YK Madira, Bank Sumsel, Gramedia, dan Dexa Medica.

    sekitar jam 14.30, saya telah selesai menghadap pembantu dekan III. taapiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii, apalah daya, rencana hanya tinggal rencana. saat saya hendak bergegas pergi dari kampus FK Unsri Madang, ternyata butiran-butiran hujan yang tadinya hanya berupa rintik-rintik telah bermetamorfosis menjadi hujan yang amat deras disertai dengan angin yang kencang. okey, tenang des, badai pasti berlalu dan hujan pasti akan reda. 

    sambil menunggu hujan reda, duduklah saya pada salah satu sisi koridor yang ada di kampus madang. saat itu, suasana di kampus madang-khususnya koridor itu- terlihat sangat sepi. hanya ada saya, satu orang kakak tingkat yang duduknya di ujung koridor, dan dua orang pegawai FK Unsri yang duduk disamping saya. saat itu saya benar-benar stuck, tidak tahu apa yang harus dilakukan. tidak ada teman ngobrol, tidak ada bahan bacaan yang saya bawa, tidak ada laptop, lampu mati, koridor gelap, hanya suara teriakan petir dan rintihan hujan yang terus menerus mengeluarkan melodi ritmis mereka. disaat-saat seperti itulah, rasa kantuk biasanya menyergap. Oh my God, saya benar-benar merasakan kantuk yang luar biasa hebatnya hingga tanpa saya sadari saya telah tertidur. beberapa saat kemudian saya terbangun dengan sendirinya. pegawai FK Unsri yang tadi duduk disamping saya telah menghilang entah kemana, sedangkan seorang kakak tingkat yang duduk di ujung koridor masih setia mengarahkan pandangannya ke arah butiran hujan. entah apa yang dipikirkannya, apakah dia terkagum dengan butiran hujan yang indah ataukah dia bergumul dalam hatinya dan menyesali perbuatannya karena tidak segera pulang sebelum hujan mulai mengganas. hanya Allah yang tahu.

    waktu sudah menunjukkan jam 16.00, butiran hujan kian lama kian sedikit, tapi masih cukup untuk mengguyur badan seseorang hingga basah kuyup. para pegawai FK Unsri sudah banyak yang memaksakan dirinya menerobos kerumunan air yang jatuh searah dengan gravitasi agar dapat pulang ke rumah masing-masing. lalu apa yang saya lakukan? awalnya saya ingin sekali menunggu sampai hujan benar-benar berhenti, tapi lihatlah jam berapa sekarang. rencana yang tadinya saya susun rapi, sudah mulai berantakan karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan. tadinya, saya berencana untuk menyebarkan proposal LKIM ke beberapa sponsor, mengambil dana SMSO di bank sumsel, dan menghadiri meeting consultant oriflame. tapi karena waktu yang kian mendesak, saya harus membuat skala prioritas saat itu juga. rencana ke bank sumsel saya batalkan karena bank sudah tutup jam segitu. rencana menyebarkan proposal LKIM ke dexa medica dan palcomtech saya batalkan karena jarak yang tidak lagi memungkinkan untuk ditempuh dalam keadaan hujan seperti ini. tinggalah rencana menyebarkan proposal LKIM ke YK Madira dan gramedia, serta ke oriflame untuk menjalankan tugas saya sebagai seorang consultant.

    meskipun hujan belum reda, tapi itu tidak mematahkan semangat saya untuk menjalankan rencana yang sudah saya siapkan. dengan semangat yang berapi-api, saya menuju lapangan parkir untuk mengambil motor. titik-titik air hujan mulai membasahi pakaian dan wajah saya, tapi ah cuek saja. beberapa menit kemudian saya sudah sampai di YK Madira. perjalanan kemudian saya lanjutkan ke Gramedia. di tengah jalan, hujan mulai menunjukkan amarahnya lagi. tapi saya tetap melanjutkan perjalanan ke gramedia. setelah sampai di Gramedia dan menyelesaikan urusan saya, tenyata hujan semakin menggila, membuat saya menunggu kesekian kalinya hingga ia tenang. waktu menunjukkan jam 17.00, saya tidak bisa menunggu lagi, wahai hujan! ini sudah terlalu sore untuk saya. akhirnya, saya kembali  menerobos hujan untuk mengejar kewajiban saya sebagai consultant oriflame. sesampainya di oriflame, saya sudah cukup basah kuyup. segera saya menuju toilet untuk mengeringkan pakaian saya. setelah menyelesaikan urusan sebagai consultant di oriflame, saya berencana pulang. tetapi, hujan sepertinya ingin bersaing dengan semangat saya. kembali ia mencurahkan butiran-butiran airnya dengan sangat deras di tanah Palembang, membuat saya kembali menunggu lagi lagi dan lagi hingga ia mulai reda. 

    waktu sudah menunjukkan jam 19.00. baiklah, kesabaran saya sudah mulai menipis. ayah saya sudah  menelepon menyuruh saya lekas pulang. para pegawai di oriflame pun sudah mulai mengemasi barang-barang mereka, consultant yang lain sudah banyak yang menerobos lebatnya hujan. tanpa menunggu  lebih lama lagi, saya mulai mengemasi barang-barang yang ada di tas saya dengan kantong plastik agar tidak basah nantinya. kemudian, saya menyalakan motor yang selalu setia menemani saya, dan bergumul dengan lebatnya hujan. belum sampai beberapa menit, pakaian saya sudah basah kuyup, saya merasa sangat hipotermi, ditambah lagi ban motor saya yang menunjukkan gejala seperti hendak "pecah ban". layaknya de javu, kejadian ini mengingatkan saya pada suatu senin di waktu yang sama di bulan yang lalu. saat itu saya hendak belajar tahsin Qur'an bersama teman-teman. tiba-tiba hujan turun lebat sekali. tapi, saya tetap melawan hujan  demi mendapatkan ilmu tahsin yang sangat berguna. sepulangnya, hujan kian bertambah lebat dan hari kian bertambah malam, sehingga saya harus merelakan diri ini basah kuyup diguyur hujan, dengan ban motor yang menunjukkan gejala seperti mau pecah. ya, kejadian yang serupa yang saya alami hari ini. di tengah jalan, saya kembali dihadapkan pada situasi yang sulit. jalan banjir! tapi saya terus berpikir, terus menenangkan diri, melajukan motor saya dengan kecepatan pelan untuk dapat tetap melewati genangan air tesebut. pada akhirnya, saya dapat sampai di rumah dengan selamat, dalam keadaan basah kuyup, mata perih, hipotermi, dan kelelahan yang amat sangat.

    mmm, pelajaran yang dapat saya ambil hari ini adalah bahwa manusia hanya dapat merencanakan, tapi Tuhanlah yang menentukan apa yang akan terjadi pada kita. selain itu, saya juga sepertinya telah menjadi korban ke-perfectionist-an saya dalam mengejar deadline tugas dan amanah dalam berorganisasi. tapi di balik itu semua, saya sangat senang, senang dengan pengalaman yang saya dapat hari ini. pengalaman yang tidak dirasakan oleh teman-teman saya yang tengah asyik berlibur di tempat mereka masing-masing.

    what a wondefull holiday!!!