Jalan Kembali


beberapa hari ini, saya seperti ditunjukkan jalan kembali oleh Allah. dulunya, saya sempat berpikir untuk menjauh, berislam dengan cara saya sendiri. tapi entahlah, saya merasa beberapa kejadian yang menimpa saya belakangan ini justru seolah-olah menyiratkan bahwa Allah menginginkan yang sebaliknya. 
hari kedua saya masuk kuliah, salah seorang sahabat saya, Lisa, tiba-tiba mengenakan jilbab, tidak tanggung-tanggung, jilbabnya lebar banget. saya agak syok melihat sahabat saya seperti itu karena dia pernah berkata (berulang-ulang kali malah) bahwa dia hanya akan berjilbab setelah menikah. saya tidak menyangka hidayah yang kepadanya sedemikian dahsyatnya sehingga mampu mengubah pendiriannya. keesokan harinya, saya, lisa, dan sahabat saya yang lain, yaitu yama, sedang makan di suatu kedai, lalu kami terlibat suatu obrolan tentang alasan Lisa berjilbab. dan saya lebih syok lagi sewaktu Lisa berkata bahwa salah satu (dari banyak hal) yang membuat dia terinspirasi untuk berjilbab adalah perkataan saya di waktu bulan Ramadhan kemarin, waktu kami terakhir kali bertemu sebelum dia mudik lebaran. padahal, perkataan itu benar-benar keluar dari hati saya yang terdalam disaat saya sedang stres, putus asa, kacau balau, hancur berantarakan (lebay), dan rasanya tidak mungkin menginspirasi orang, apalagi untuk berjilbab. tapi wallahu'alam ya, hati orang kan beda-beda.
terus, disaat saya sedang galau-galau gini, sahabat saya yang lain, yama, malah bilang bahwa dia semakin merasa dekat dengan Allah (subhanallah ya, jarang2 yama ngomong gini, hehe, piss^^). siang ini, salah satu teman dekat saya yang lain di kelas, tiba-tiba menghampiri saya. kami memang tidak sedekat dulu lagi karena kami sudah punya kelompok masing-masing, tapi tadi dia tiba-tiba menghampiri saya dan berkata dia mau ikut tarbiyah dan mau satu tarbiyah dengan saya. saya merasa miris dalam hati saya, disaat saya berpikir untuk menjauh, sahabat-sahabat saya yang lain malah justru dalam fase yang semakin dekat dengan Allah.
beberapa hari ini juga, entah mengapa, kilasan memori tentang beberapa jilbaber dan ikhwah lain yang memang baik luar dan dalam itu seringkali muncul dalam ingatan saya, seolah-olah saya diingatkan bahwa tidak semua dari mereka itu sejahat yang saya pikirkan dan pernah saya temui.
saya juga mendapat banyak dukungan dari teman-teman saya yang lain sesama ikhwah, yang masih peduli dengan saya, menguatkan agar saya tidak berbelok terlalu jauh.
entahlah, semua ini seolah-olah Allah sedang menunjukkan saya jalan untuk kembali, ya jalan kembali...

tapi... ya sudahlah...

1 comments:



edi ahsani said...

What's....!!!!
ternyata...saya juga gak nyangka lisa langsung berjilbab sekarang.

Allahu Robbi... ya kariimm ya rahmaan ya rahiimm

subhanallah..

apa yang ukh desy katakan waktu itu
sehingga ia jadi berubah..???
sungguh sepertinya kata2 itu telah sampai ke hatinya, menjadi perenungan yg mendalam baginya

Post a Comment